Menperin Sebut RI Butuh SDM yang Tak Gagap Digitalisasi
09 September 2024, 05:11:41 Dilihat: 104x
Jakarta - Kementerian Perindustrian berharap pendidikan vokasi yang didirikannya bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten. Sebab di era industri 4.0 ini dibutuhkan SDM yang paham digitalisasi
Kemenperin sendiri saat ini memiliki 13 perguruan tinggi (Politeknik dan Akademi Komunitas) serta sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Siswanya dididik agar mampu siap kerja sesuai kebutuhan dunia industri.
"Untuk mendukung aktivitas ekspansi dan investasi baru di industri manufaktur nasional, Kemenperin juga menaruh fokus pada ketersediaan tenaga kerja yang produktif, kompeten, dan berdaya saing," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Minggu (14/7/2024)
Agus melanjutkan, saat ini sektor industri manufaktur banyak membutuhkan SDM terampil dalam bidang digitalisasi guna mendukung percepatan transformasi menuju industri 4.0.
"Kita harus siap untuk beradaptasi dengan paradigma baru yang dapat mengakselerasi kinerja industri nasional seperti upaya pelaksanaan hilirisasi industri, renewable energy, dan digitalisasi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0," tutur Menperin.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan menyampaikan, pihaknya juga aktif mendorong unit pendidikan vokasi di bawah binaan BPSDMI dapat memacu para peserta didiknya untuk berinovasi dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri manufaktur nasional.
"Jumlah lulusan SMK dan Politeknik kami saat ini 6.000 orang per tahun, dan pada umumnya sudah banyak yang 'dipesan' oleh industri pada saat wisuda," jelas Masrokhan.
Capaian ini merupakan hasil kerja sama BPSDMI Kemenperin dengan sejumlah industri terkait agar terciptanya link and match.
Beberapa waktu lalu, Tim Robot Politeknik ATI Makassar berhasil meraih juara I dalam kompetisi World Robotic Center Competition (WRCC) di Multimedia University Malaysia yang berlangsung pada 17-20 Januari 2024. Tim robot Politeknik ATI Makassar tersebut, diwakili mahasiswa dari program studi Otomasi Sistem Permesinan, Muhammad Muflih Mubarak dan Muhammad Yusuf.
Tim Robot Politeknik ATI Makassar berkompetisi pada kategori Line Follower dan bersaing dengan tim robot dari sejumnlah negara, antara lain Malaysia, Singapore, Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, India, dan United Emirates Arab.
"Kami berhasil meraih juara karena memiliki waktu tercepat mencapai finish dari lintasan yang tersedia. Namun, selisih waktu sangat tipis dari peserta kedua,"kata Muflih melaporkan hasil kompetisi mereka ke Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri.
Basri pun mengucapkan selamat dan mengapresiasi raihan prestasi Tim Robot yang telah menjadi delegasi Politeknik ATI Makassar di kompetisi robot internasional di Malaysia. Menurutnya, perjuangan Tim Robot Poltek ATIM meraih juara tentu tidak mudah karena bersaing dengan tim-tim dari negara lain yang tidak kalah tangguhnya. Namun, dengan persiapan yang mereka lakukan membuahkan hasil yang sangat baik di tengah kesibukan perkuliahan.
"Semoga prestasi ini bisa memotivasi seluruh mahasiswa untuk berkarya menyalurkan kreativitas dan bakat di bidang robotika maupun bidang-bidang lain," kata Basri.
Kesempatan yang Sangat Berharga Ketika Mengikuti Kegiatan Sertifikasi dengan LSP MSDM Cipta Unggul, Karena Mampu Mengelola Kegiatan Sertifikasi dengan Baik, Begitu Juga Komunikasi Sebelum dan Sesudah Kegiatan.
Abdi Hamdani
Deputi Direktur PT. Restu Agung Wijaya
Banyak Pengalaman dan Wawasan ketika Mengikuti Sertifikasi Skema Direktur karena Asesor yang Sangat Kompeten di Bidangnya.
Elant Siswi Anggraeni
Director of HR Hotel Bumi Surabaya
Tantangan SDM Indonesia adalah bagaimana bersaing dengan meningkatkan kompetensi. LSP Cipta Unggul bersama Asosiasi semoga dapat mewujudkan SDM Unggul Berkompetensi.
Joko Suyono
Profesional
Dengan Asesor yang berkompeten dibidanganya, saya yakin LSP Cipta Unggul mampu memberikan sumbangsih bagi Sumber Daya Manusia Indonesia yang Berkompeten.