Begini Cara Sediakan SDM yang Relevan dengan Kebutuhan Industri
06 September 2024, 05:07:46 Dilihat: 162x
Jakarta - Sumber daya manusia (SDM) jadi hal yang penting untuk kebutuhan industri. Kondisi mismatch antara latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang didapatkan sangat berpengaruh terhadap masa depan individu maupun keberadaan industri itu sendiri.
Dengan tujuan menciptakan pendidikan berbasis keterampilan dan akademis yang relevan dengan perkembangan zaman, Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2024 yang diselenggarakan MSW Global, jadi salah satu upaya untuk mempertemukan pendidikan tinggi dari berbagai negara melalui beragam program seperti seminar B2B, lokakarya, dan pertemuan kemitraan.
HEPCON tidak hanya fokus pada kolaborasi antar lembaga pendidikan, tetapi juga memperluas jangkauannya dengan melibatkan perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membangun ekosistem berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan industri.
Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan Tinggi, serta sejumlah pihak penting seperti Rektor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, Jaringan Universitas Indonesia, dan beberapa kedutaan besar serta pusat pendidikan asing.
"HEPCON adalah tentang membangun dunia dengan kesempatan yang setara. Dengan fokus pada kemitraan dan peluang kolaboratif, platform ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pihak-pihak yang saling menguntungkan dari seluruh dunia. Dengan perkembangan teknologi yang cepat, kita memasuki era baru kolaborasi-era yang masih banyak dari kita belum sepenuhnya eksplorasi. HEPCON berkomitmen untuk menciptakan ruang di mana semua pihak, dari institusi pendidikan tinggi hingga dunia korporat dan asosiasi sekolah, dapat berkumpul untuk berkembang dan berhasil bersama-sama," kata Direktur MSW Global, Michael, ditulis Senin (2/9/2024).
Michael mengatakan pihaknya menyambut universitas dan institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara. Bagi peserta pameran dari luar negeri, acara ini merupakan peluang promosi global yang dapat digunakan untuk memperluas pasar mereka dan juga untuk mendukung penerapan Key Performance Indicator no. 6 yang berkisar pada mahasiswa, dosen, dan petinggi dari universitas.
"Pameran ini diharapkan dapat membuka jalan untuk berkolaborasi dengan dunia internasional, sejalan dengan globalisasi di berbagai aspek," katanya.
Dia mengatakan pesatnya perkembangan teknologi menuntut untuk mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi saat ini, termasuk dampaknya terhadap potensi kerjasama dan kolaborasi yang kita harapkan dapat terjalin erat antara Perguruan Tinggi di Indonesia dan mitra kita di luar negeri, serta dengan dunia usaha dan dunia industri.
"Hal ini juga termasuk dalam Merdeka Belajar-Kampus Mereka dan implementasi Key Performance Indicator no.6, untuk internasionalisasi kerjasama dan kemitraan dan kolaborasi yang semakin mendorong perkembangan pendidikan tinggi kita," jelasnya.
Partisipasi dalam HEPCON 2024 sangat luas, dengan lebih dari 200 universitas dari 20 negara termasuk Indonesia yang ikut ambil bagian. HEPCON 2024 akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 hingga 31 Agustus 2024, dari pukul 09.00 hingga 17.00 setiap harinya. Berbagai Memorandum of Understanding (MoU) juga akan ditandatangani dalam waktu yang sama, menandai komitmen untuk kerjasama lebih lanjut.
Dengan tujuan menciptakan pendidikan berbasis keterampilan dan akademis yang relevan dengan perkembangan zaman, HEPCON 2024 juga mewadahi kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan multinasional.
Diharapkan, konferensi ini dapat mendorong terciptanya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan industri, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa.
"Sejumlah topik utama seputar pendidikan tinggi, mulai dari tantangan hingga peluang menuju standar internasional, akan dibahas oleh pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri selama tiga hari acara ini," katanya.
Kesempatan yang Sangat Berharga Ketika Mengikuti Kegiatan Sertifikasi dengan LSP MSDM Cipta Unggul, Karena Mampu Mengelola Kegiatan Sertifikasi dengan Baik, Begitu Juga Komunikasi Sebelum dan Sesudah Kegiatan.
Abdi Hamdani
Deputi Direktur PT. Restu Agung Wijaya
Banyak Pengalaman dan Wawasan ketika Mengikuti Sertifikasi Skema Direktur karena Asesor yang Sangat Kompeten di Bidangnya.
Elant Siswi Anggraeni
Director of HR Hotel Bumi Surabaya
Tantangan SDM Indonesia adalah bagaimana bersaing dengan meningkatkan kompetensi. LSP Cipta Unggul bersama Asosiasi semoga dapat mewujudkan SDM Unggul Berkompetensi.
Joko Suyono
Profesional
Dengan Asesor yang berkompeten dibidanganya, saya yakin LSP Cipta Unggul mampu memberikan sumbangsih bagi Sumber Daya Manusia Indonesia yang Berkompeten.